CHEN KONDHANG
KENDATI matematika merupakan pelajaran yang membutuhkan konsentrasi penuh untuk memahaminya. Namun Kurnia Setyo Wulansari tidak pernah menyampaikan pelajaran itu secara kaku kepada siswanya.
Bahkan seringkali dalam menyampaikan materi pelajaran itu, dia menyisipkan lawakanlawakannya. ‘’Kata-kata lawakan itu muncul secara spontanitas tanpa direncanakan sebelumnya. Ya, untuk mencairkan suasana pembelajaran agar tidak kaku, dan hubungan dengan para siswa juga kian dekat,’’ tutur guru matematika SMP Muhammadiyah 3 Ngadirejo, Temanggung tersebut.
Kalau guru yang akrab dipanggil Iya itu sering menyisipkan lawakannya saat mengajar, memang bukanlah suatu kebetulan. Sebab dilihat dari latar belakangnya, perempuan 31 tahun lulusan Jurusan Pendidikan Matematika Universitas PGRI Semarang itu, memang merupakan pelaku seni teater, sekaligus lawak.
Bahkan pada 2008, bersama grupnya Presto (komedi lunak tanpa duri) Semarang, dia berhasil menjadi finalis audisi pelawak Indoneisa (API) ke-4, yang diselenggarakan salah satu stasiun televisi swasta. Prestasi itu dicapai setelah tahun-tahun sebelumnya tersisih di babak penyisihan audisi API di Yogyakarta. ‘’Setelah itu, kami juga sering diminta mengisi program hiburan lawak di stasiun TVRI Jateng dan TV Borobudur Semarang,’’ujarnya.
Adapun untuk bidang teater, istri seniman teater Khanif Ramadhany dan ibu dari Kalya Zivara Yash Araia itu, pada 2009 bersama dengan Teater Nawiji Semarang, pernah menjadi juara kedua penyaji terbaik dalam Festival Teater se-Jawa. Selain bidang lawak dan teater, Iya juga merupakan pegiat seni puisi dan aktif dalam olahraga senam aerobik.
Dalam seni puisi, dia pernah meraih juara pertama lomba musikalisasi puisi se-Jateng 2013, lalu juara pertama lomba baca puisi se-Jateng DIY 2013, dan juara pertama baca puisi tingkat nasional 2014. ‘’Kalau untuk senam, prestasi yang pernah kami raih, antara lain menjadi juara kedua senam Forda Jateng dan juara pertama lomba poco-poco jambore Formi se Jawa- Bali 2014,’’tambahnya.
Saat ini pun, selain sebagai guru, Iya juga menjadi instruktur senam aerobik, pendiri dan penggiat teater di Denggung Teater Temanggung dan Terminal Art Studio Ngadirejo bersama suaminya. Kemudian, sebagai aktivis Keluarga Studi Sastra Tiga Gunung (KSS3G) Temanggung yang tengah membuat antologi puisi penyair Temanggung.
‘’Saat ini, kami juga sedang mempersiapkan para pesenam untuk ikut Lomba Senam Kreasi Jateng di Purwokerto pada Agustus nanti, dan mempersiapkan pentas teater pada Juni,’’terangnya. Mengenai keterkaitan aktivitasnya di bidang seni dengan matematika yang menjadi disiplinnya, Iya mengakui, matematika merupakan ilmu eksakta yang cenderung menggunakan otak kiri.
Sedangkan seni dan gerak cenderung menggunakan otak kanan, sehingga jarang orang eksakta yang mumpuni atau sekadar menyukai seni. ‘’Namun saya ingin membuktikan, antara otak kanan dan kiri dapat berjalan seimbang
Bahkan dapat menonjol dan berprestasi di dua jalur yang bertolak belakang itu,’’tuturnya. Selain itu juga ingin mengubah pandangan, kalau guru matematika cenderung kaku atau saklek. Ternyata matematika bisa disampaikan dengan asyik dan menyenangkan,’’ imbuhnya. (Henry Sofyan-32)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar