16 Desember 2017 | Suara Kedu
Seniman Temanggung Kutuk Israel
TEMANGGUNG - Sejumlah seniman yang tergabung dalam Keluarga Studi Sastra Tiga Gunung Temanggung, Lesbumi, dan Forum Pelajar dari berbagai sekolah menggelar aksi bela Palestina. Aksi solidaritas yang dikemas dengan membaca puisi ini sebagai bentuk protes pula atas pernyataan Presiden Amerika Donald Trump yang mengeluarkan pernyataan kontroversi mendukung Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Hadir dalam aksi di Perempatan BCA itu, sejumlah seniman seperti Gus Mandhon, Tri Rahayu, Selsa, Ika Permata, Dini Rahmawati, Nella Widodo, Roso Titi Sarkoro, Yu Tarwen, lalu ada perwakilan dari guru Ika Puspitasari, dan ratusan pelajar SMP, dan SMA. Mereka secara bergantian membacakan puisi berisi kecaman terhadap zionis Israel, dan membela rakyat Palestina yang tertindas.
“Aksi ini untuk mendukung sepenuhnya sikap Pemerintah RI sebagaimana ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo yang mengecam keras, mengutuk, dan menolak aksi sepihak Presiden Amerika Donald Trump atas klaim Yerusalem sebagai ibukota Israel. Ini jelas melanggar hukum internasional,”ujar Sastrawan senior Temanggung, Roso Titi Sarkoro,Jumat (15/12).
Putuskan Hubungan
Para seniman ini juga mendesak kepada PBB untuk segera membatalkan dan menindak tegas terhadap manuver Donald Trump, karena membahayakan perdamaian dunia.
Apabila Trump tidak segera mencabut kebijakannya berkait pemindahan ibu kota Israel ke Yerusalem, maka Forum Solidaritas Seniman dan Pelajar Temanggung, mendesak Pemerintah RI agar memutuskan hubungan diplomatik dengan Amerika, serta mengusir duta besar AS.
Salah satu seniman Selsa berharap, ke depan tercapai kedamaian di Palestina yang selalu ditindas oleh Israel dengan keberpihakan Amerika Serikat.
Pernyataan Trump seolah mencabik-cabik hati nurani setiap insan, sangat ngawur dan menyulut kemarahan dunia internasional. Penyair berparas cantik, Nella Widodo menuturkan, aksi solidaritas juga diwujudkan dengan pemberian donasi kepada Palestina melalui hasil penjualan buku antologi puisi yang berisi 199 karya sastrawan se Indonesia.
Nella sendiri dalam kesempatan itu membacakan puisi berjudul “Karena Kekuasaan”, yang menceritakan kerakusan Zionis Israel. Arum (15) perwakilan pelajar dari SMP IT Cahaya Insani Kedu yang membacakan puisi berjudul “Mujahid Palestina”, berdoa agar perjuangan para mujahid segera membuahkan hasil agar Palestina menjadi negara merdeka seutuhnya. (K41-41)
Sumber: Suara Merdeka