TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Puisi karya Bambang Sadono berjudul "Lagu Angin Langit Semarang" yang multiinterpretatif dengan tingginya tingkat kesulitan, menjadi ganjalan tersendiri bagi 12 finalis Lomba Baca Sajak (LBS) "Piala Bambang Sadono" 2018/2019 yang digelar di Kabupaten Temanggung, Sabtu (4/8), sehingga acara lomba berlangsung seru.
Lomba putaran ke-10 itu diikuti oleh 106 orang peserta dari tingkat pelajar dan mahasiswa, sehingga harus digelar di dua tempat yaitu di pendapa kabupaten dan aula kelurahan Temanggung Kota. Dari dua tempat itu diseleksi masing-masing menjadi finalis untuk meloloskan tiga juara yang akan maju ke tingkat Jawa Tengah.
"Disebut multiinterpretatif karena banyak peserta yang menafsiran beberapa bait 'Lagu Angin Langit Semarang' dengan tidak tepat. Misalnya dalam penyebutan nama wilayah di Semarang yang ada dalam salah satu bait, juga melafaskan adzan, dan melagukan sebait tembang, banyak peserta kedodoran," kata Ign Item De, salah satu juri.
Dewan juri yakni Lintang Ratri, Budi Maryono, Ign Item De, Najib Kertapati Z, Thomas H, Bambang Iss Wirya dan Slamet Wibowo, meloloskan nama Musa (Juara I), Diah Larasati (II) dan Pinanggih Dwi (III) serta Novita Yulianti (Harapan I), Siti Faidah (Harapan II) dan Ayu Anisa (Harapan III).
LBS PBS 2018-2019 digelar di 35 kabupaten/kota se Jateng dalam babak seleksi. Mereka akan bersaing meraih tiket ke grand final tingkat Jateng pada Januari 2019 nanti yang akan digelar di Semarang. Sebelumnya seleksi telah dilakukan di Semarang, Grobogan, Brebes, Pati, Magelang, Kudus, Rembang, Purworejo dan Banjarnegara.
(Linda Putri/CN33/SM Network)
Sumber: https://www.suaramerdeka.com/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar