TEMANGGUNG - Berawal dari semangat menghidupkan kembali sastra di Temanggung, sekumpulan orang pecinta sastra menerbitkan sebuah buku "Progo 3" yang berisikan kumpulan puisi-puisi. Dengan terbitnya buku tersebut lahirlah kembali komunitas sastra yang sebelumnya bernama Wadista, menjadi Komunitas Sastra Keluarga Studi Sastra 3 Gunung (KSS3G), pada 23 Mei 2014.
Heny selaku ketua komunitas KSS3G mengatakan, Wadista merupakan komunitas sastra yang sudah berdiri 10 tahun lalu, namun tidak aktif. Kemunculan KSS3G sendiri diharapkan mampu menggelorakan kembali kesastraan di Temanggung. Saat ini lanjut Heni komunitas nonprofit tersebut sudah memiliki kurang lebih 70 anggota.
"Komunitas kami bergerak di bidang penulisan seperti novel, cerpen, puisi dan lain sebagainya," terang Heny saat dihubungi Suara Merdeka, Minggu (21/10).
Dari puluhan anggota itu, berasal dari berbagai kalangan dan usia serta memiliki latar belakang profesi yang berbeda-beda, ada guru, praktisi pendidikan, pengusaha, dan profesi lainnya.
Sebenarnya, tak hanya masalah tulis menulis saja, karena seperti dikatakan Heni, anggotanya juga ada beberapa yang bergerak di bidang seni, budaya, drama, teater, pantomim, dan bidang lainnya.
Keberadaan KSS3G telah mendapat banyak dukungan dari masyarakat dan juga stakeholderpemerintah daerah setempat. Hal itu membuat sastra di Temanggung khususnya KSS3G berkembang cukup pesat.
Pecahkan Rekor
Menggeliatnya sastra di Temanggung terlihat di beberapa tahun terakhir dengan adanya berbagai acara sastra seperti ''Lomba Puisi 1.000 Peserta'' yang berhasil memecahkan rekor pada dua tahun lalu. "Pada 2016 bulan September kami mengadakan lomba penulisan 1.000 puisi hingga berhasil memecahkan rekor," jelas Heny.
Kemudian lomba baca sajak puisi Bambang Sadono (LBS PBS) beberapa waktu lalu yang digelar serentak di 35 kabupaten/kota se-Jateng dan Temanggung menjadi daerah dengan peserta terbanyak yakni berjumlah 106 peserta dari tingkat pelajar dan mahasiswa.
"Dibanding dengan daerah-daerah lain, pada lomba baca puisi Bapak Sadono itu Temanggung menjadi daerah paling banyak pesertanya," ucap Heny.
Selain berbagai event tersebut, KSS3G juga memiliki agenda bulanan rutin yang dilaksanakan setiap bulannya pada minggu ketiga, yaitu membahas karya sastra yang juga diikuti oleh komunitas-komunitas bidang lainnya yang menggemari sastra.
Untuk perkembangan penulis sendiri Heni mengungkapkan, Temanggung termasuk daerah yang peningkatan penulis sastra nya cukup subur, baik itu karya yang bersifat bersama ataupun perorangan.
"Banyak karya-karya yang telah dihasilkan baik itu secara bersama atau karya-karya pribadi dari penulis yang ada di Temanggung," tutur Heny. Heny berharap, KSS3G makin solid, makin banyak karya dan mampu membawa iklim literat dan sastra di Temanggung.
Lebih dari itu, Heny berharap perkembangan dunia sastra di Temanggung kian pesat serta kearifan lokal dan potensi wilayah dapat terangkat melalui karya sastra. (zul-33)
Sumber: https://www.suaramerdeka.com
Sumber: https://www.suaramerdeka.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar